Mengakhiri tahun 2025 dengan sebuah pengumuman yang penuh kebanggaan, Honor mengonfirmasi bahwa mereka telah berhasil menjual lebih dari 70 juta unit smartphone secara global sepanjang tahun.
Angka ini bukan sekadar pencapaian komersial, ini adalah pernyataan politik dan strategis dari sebuah merek yang pernah menjadi bagian dari raksasa Huawei, dan yang nasibnya sempat digantungkan oleh sanksi geopolitik yang paling keras.
Pencapaian 70 juta unit menegaskan bahwa transformasi Honor dari anak perusahaan (Sub-Brand) menjadi entitas yang sepenuhnya independen pasca-dipisahkan dari Huawei pada akhir 2020 telah berhasil.
Kunci keberhasilannya terletak pada kemampuannya mendapatkan kembali akses ke teknologi yang vital, yang sebelumnya terhalang sanksi AS terhadap Huawei.
Honor kini dapat mengintegrasikan chipset flagship dari Qualcomm (Snapdragon) dan layanan Google Mobile Services (GMS) termasuk Play Store, Gmail, dan Maps ke dalam ponsel-ponselnya. Kombinasi hardware dan software yang lengkap inilah yang memulihkan daya saing global mereka.
Prestasi ini menempatkan Honor kembali di peta sebagai pemain utama. Untuk memberikan perspektif, penjualan 70 juta unit setara dengan rata-rata hampir 6 juta ponsel per bulan.
Ini adalah angka yang mendekati atau bahkan melampaui kinerja vendor global mapan seperti Xiaomi atau OPPO di berbagai kuartal, dan menunjukkan daya tarik produk-produk seperti seri Magic flagship dan seri X mid-range mereka di pasar Eropa, Asia, dan Timur Tengah.
Kesuksesan Honor juga adalah cerita tentang ketahanan dan adaptasi. Mereka tidak hanya bertahan dari badai geopolitik, tetapi juga berhasil membangun ulang rantai pasok, hubungan dengan mitra, dan identitas merek mereka sendiri yang lebih muda dan berfokus pada inovasi seperti layar lipat dan fotografi. Namun, tantangan ke depan tetap besar.
Mereka harus terus berinovasi di pasar high-end untuk menyaingi Apple dan Samsung, sekaligus mempertahankan momentum di segmen mid-range yang sangat kompetitif. Penjualan 70 juta unit di 2025 adalah bukti bahwa Honor telah bangkit.
Pertanyaan berikutnya adalah apakah mereka bisa mempertahankan laju pertumbuhan ini dan mulai benar-benar menggerus pangsa pasar dua raksasa puncak?
