Di balik pemandangan tenang pedesaan China, sebuah revolusi pengawasan diam-diam sedang mengudara. Laporan terbaru mengungkap bagaimana pemerintah daerah di berbagai wilayah, seperti Kabupaten Huaining, secara masif mengerahkan Drone atau Pesawat Tanpa Awak (UAV).
Tujuannya untuk memperkuat keamanan dan tata kelola publik. Inisiatif “Mata Elang” ini bukan sekadar uji coba teknologi, tetapi bagian dari strategi nasional yang lebih luas untuk memperluas mata dan telinga negara hingga ke sudut terpencil sekalipun.
Sistem ini jauh dari sekadar drone konsumen biasa. Dilengkapi dengan kamera definisi tinggi, penyiaran audio, dan sistem pemantauan real-time, UAV ini melakukan patroli udara rutin di area pemukiman, pasar, dan tempat keramaian.
Mereka mampu mengidentifikasi aktivitas mencurigakan, mulai dari pelanggaran lalu lintas sederhana, pembangunan liar, hingga berkumpulnya massa yang tidak terencana dan segera mengirimkan peringatan kepada pusat komando dan petugas di darat.
“Penerapan teknologi ini telah meningkatkan efisiensi patroli secara signifikan, memperluas cakupan pemantauan, dan memainkan peran positif dalam memelihara stabilitas sosial,” kata seorang pejabat lokal, seperti dilaporkan.
Bagi warga, kehadiran drone diklaim memberikan rasa aman yang lebih besar dan membantu dalam tugas-tugas seperti pencarian orang hilang atau pemantauan bencana.
Namun, di balik narasi efisiensi dan keamanan ini, bayangan negara pengawas (Surveillance State) yang semakin omnipresent menjadi sulit diabaikan. China telah menjadi laboratorium hidup untuk teknologi pengawasan, dengan sistem pengenalan wajah dan big data yang terintegrasi.
Ekspansi drone ke pedesaan menandai penyempurnaan mata-mata digital itu, menutup celah di daerah yang sebelumnya kurang terjangkau infrastruktur pengawasan tradisional.
“Ada pertukaran (Trade-Off) yang sangat nyata di sini,” kata Maya Wang, seorang peneliti hak digital.
“Peningkatan keamanan datang dengan biaya privasi dan kebebasan yang semakin tergerus. Dalam konteks China, di mana pengawasan sering dikaitkan dengan kontrol sosial dan penekanan disiden, normalisasi teknologi ini di pedesaan patut menjadi perhatian global.” Lanjutnya.
Eksperimen di Huaining mungkin hanya satu titik di peta yang luas. Ia merefleksikan sebuah masa depan di mana teknologi pengawasan menjadi murah, tak terlihat, dan meresap sebuah masa depan yang tidak hanya datang ke kota-kota metropolis, tetapi juga merambah ke jantung komunitas yang paling tradisional sekalipun.
