Apa langkah besar berikutnya dalam fotografi iPhone setelah periskop telephoto dan peleburan piksel (Pixel Binning)? Menurut bocoran dari sumber terpercaya Digital Chat Station, Apple sedang mempertimbangkan untuk melompat jauh ke depan dengan mengadopsi teknologi sensor pencitraan multispektral.
Berbeda dengan sensor konvensional yang hanya menangkap tiga warna dasar (Merah, Hijau, Biru atau RGB), sensor multispektral mampu merekam cahaya dalam berbagai pita panjang gelombang yang berbeda, termasuk cahaya di luar spektrum yang terlihat oleh mata manusia.
Ini seperti memberikan indra keenam visual pada iPhone. Dengan data yang jauh lebih kaya dan detail, iPhone berpotensi mencapai hal-hal yang sebelumnya mustahil, seperti memisahkan material dalam sebuah gambar dengan akurasi tinggi, membedakan sutra dari nilon, atau kulit asli dari sintetis, secara otomatis.
Dampaknya pada fotografi bisa revolusioner. Kemampuan ini akan sangat meningkatkan presisi foto portrait, di mana pemisahan subjek dari latar belakang (Bokeh) bisa dilakukan berdasarkan pemahaman material, bukan hanya kedalaman estimasi.
Hasilnya adalah potret yang terlihat lebih natural dan profesional. Data multispektral juga menjadi bahan bakar super untuk algoritma pemrosesan gambar dan kecerdasan buatan (AI) ponsel, berpotensi meningkatkan performa dalam kondisi cahaya rendah, reproduksi warna yang lebih akurat, dan fitur-fitur berbasis visi komputer yang lebih canggih.
Meski Digital Chat Station menyebut Apple baru pada tahap menjajaki pemasok dan pengujian belum dimulai, minat ini menunjukkan arah yang jelas. Bocoran ini sejalan dengan rumor lain tentang kamera 48 MP dengan bukaan variabel dan telephoto periskop 48 MP untuk iPhone 18 Pro, serta pengujian sensor 200 MP.
Jika rencana multispektral ini terwujud, ini bukan sekadar peningkatan resolusi, melainkan perubahan paradigma dalam cara iPhone melihat dunia. Ini adalah upaya Apple untuk membangun keunggulan komputasional yang tidak bisa disaingi hanya dengan menambah megapiksel, membawa fotografi smartphone ke wilayah sains yang sebenarnya.
