Meta mengirimkan sinyal yang tak bisa disalahpahami tentang perubahan prioritas strategisnya. Perusahaan tersebut secara resmi menutup tiga studio pengembang game realitas virtual (VR) internalnya yang terkenal.
Tiga diantaranya ialah rmature (pengembang port Resident Evil 4), Sanzaru (pembangun Asgard’s Wrath), dan Twisted Pixel (studio di balik Marvel’s Deadpool VR). Penutupan ini, yang diumumkan oleh karyawan di media sosial dan dikonfirmasi oleh juru bicara Meta, adalah bagian dari upaya perusahaan untuk mengalihkan sebagian investasi dari Metaverse ke Wearables.
Langkah drastis ini merupakan konsekuensi langsung dari memo internal bulan lalu dari CTO Meta, Andrew Bosworth, yang mengumumkan pengalihan tim dan sumber daya hampir sepenuhnya ke mobile untuk mempercepat adopsi di sana.
Fokus baru ini tertuju pada perangkat wearable berbasis AI seperti kacamata pintar Ray-Ban Meta. Restrukturisasi juga mencakup pemutusan hubungan kerja lebih dari 1.000 karyawan di divisi Reality Labs, unit yang telah mencatatkan kerugian kumulatif lebih dari $70 miliar sejak 2021.
Meski demikian, Meta menyatakan tidak sepenuhnya meninggalkan industri game. Direktur Oculus Studios, Tamara Sciamanna, dalam memo internal menegaskan perusahaan akan beralih untuk berinvestasi pada pengembang dan mitra pihak ketiga guna keberlanjutan jangka panjang. Divisi VR akan terus beroperasi, tetapi sebagai organisasi yang lebih ramping dengan peta jalan yang lebih terfokus.
Penutupan studio-studio besar ini adalah titik balik yang signifikan. Ini menandai pergeseran dari era ekspansi besar-besaran dan pembangunan ekosistem VR pertama-party oleh Meta, menuju fase yang lebih matang dan mungkin lebih hemat di mana hardware wearable dan AI menjadi pusat gravitasi baru.
Bagi komunitas VR, ini adalah berita pahit yang mempertanyakan masa depan konten eksklusif berkualitas tinggi. Bagi Meta, ini adalah kalkulasi bisnis yang keras, mengakui bahwa mimpi metaverse membutuhkan waktu lebih lama untuk terwujud, dan sumber daya yang terbatas harus dialihkan ke produk yang lebih dekat dengan profitabilitas dan arus utama, seperti kacamata pintar yang terhubung dengan AI.
