Oppo bersiap membanjiri segmen entry-level di Indonesia dengan seri A6t yang akan resmi diluncurkan pada 30 Januari 2026. Oppo sendiri nantinya akan memperkenalkan da model atau varian berbeda di seri ini.
Seri ini terdiri dari dua model yaitu Oppo A6t dan Oppo A6t Pro, dengan penekanan utama pada daya tahan baterai yang sangat besar dan performa yang mumpuni untuk kebutuhan harian anak muda, mulai dari media sosial hingga gaming ringan.
Keduanya akan ditenagai oleh chipset Qualcomm Snapdragon 685 yang mendukung jaringan 4G (bukan 5G). Perbedaan utama terletak pada kapasitas baterai dan ketahanan. Oppo A6t standar dibekali baterai 6.500 mAh dengan pengisian cepat 15W SUPERVOOC.

Sementara itu, Oppo A6t Pro melangkah lebih jauh dengan baterai 7.000 mAh dan pengisian cepat yang jauh lebih cepat, yaitu 45W SUPERVOOC. Yang membuat A6t Pro mencolok adalah sertifikasi ketahanannya yang langka di mana telah mendapatkan sertifikasi IP66, IP68, dan IP69.
Kombinasi ini menjadikannya sangat tahan terhadap debu, air (hingga penyelaman dangkal), serta semburan air bertekanan tinggi dan suhu panas fitur yang tidak umum di kelas harganya.
Kedua model juga akan mengusung layar dengan refresh rate 120Hz (disebut Ultra Bright Display) untuk pengalaman menggulir dan menonton yang lebih mulus. Oppo menyatakan seri ini ditujukan untuk pengguna yang menginginkan smartphone andal sepanjang hari tanpa khawatir baterai cepat habis atau performa tersendat.
Peluncuran A6t Series ini adalah strategi Oppo untuk memperkuat cengkeramannya di pasar smartphone Entry-Level Indonesia yang sangat kompetitif. Dengan menawarkan kombinasi baterai besar, ketahanan ekstrem (pada varian Pro), dan layar 120Hz pada harga yang kemungkinan tetap terjangkau.
Oppo berharap dapat menarik perhatian konsumen muda yang mengutamakan nilai dan daya tahan dalam satu paket. Informasi mengenai harga dan pilihan warna akan diumumkan mendekati tanggal peluncuran.
