Indonesia melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), tidak hanya ingin menjadi peserta dalam transformasi digital ASEAN, tetapi juga arsitek utamanya.
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menekankan visi strategis Indonesia untuk mempercepat integrasi digital kawasan dengan menjadikan dua inovasi buatan dalam negeri QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) dan DeFa (Digital Ecosystem Framework Agreement) sebagai model dan tulang punggung kolaborasi regional.
QRIS, sistem pembayaran digital berbasis kode QR yang telah sukses diterapkan secara massal di Indonesia, diusulkan untuk diadopsi sebagai standar pembayaran lintas batas di ASEAN.
Tujuannya adalah menciptakan ekosistem pembayaran digital yang terintegrasi dan interoperabel, memudahkan transaksi bagi wisatawan, pekerja migran, dan pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di seluruh kawasan.
Sementara itu, DeFa digambarkan sebagai kerangka kerja yang lebih komprehensif yang dirancang untuk menyelaraskan kebijakan dan regulasi digital antar negara anggota ASEAN, mencakup aspek seperti perlindungan data pribadi, keamanan siber, perdagangan digital, dan tata kelola kecerdasan buatan (AI).
Pendekatan ini menunjukkan pergeseran paradigma dari sekadar menghubungkan infrastruktur fisik menuju harmonisasi sistem dan kebijakan.
“Integrasi digital ASEAN tidak bisa sekadar membangun kabel bawah laut atau menara BTS. Kita perlu menyelaraskan aturan main, sistem pembayaran, dan platform digital agar benar-benar menciptakan pasar digital tunggal yang inklusif dan aman,” tegas Meutya.
Dengan mengusung solusi buatan sendiri, Indonesia tidak hanya berkontribusi teknologi, tetapi juga berupaya mengekspor model tata kelola digital yang telah teruji, memperkuat posisinya sebagai pemimpin digital di kawasan sekaligus mendorong kedaulatan teknologi ASEAN.
Pengembangan dari hasil inovasi QRIS juga terus diperluas oleh pemerintah, di mana tidak hanya berlaku untuk mempermudah transaksi di Indonesia saja, melainkan di luar negeri.
Saat ini QRIS telah tersedia di banyak negara dan mendukung penuh, sebut saja kita bisa melakukan transaksi langsung di beberapa negara seperti Malaysia, Jepang, Singapura hingga Korea Selatan.
