Menjelang dimulainya proses pemilihan juri, platform berbagi video TikTok memilih jalan damai dengan menyetujui kesepakatan penyelesaian (Settlement) dalam gugatan besar yang menuduhnya mendesain produk yang menyebabkan kecanduan dan berdampak buruk bagi pengguna muda.
Detail nilai dan ketentuan kesepakatan ini dirahasiakan dari publik. Gugatan ini diajukan oleh seorang penggugat berusia 19 tahun dengan inisial K.G.M., yang menuntut Meta (pemilik Facebook dan Instagram), Snap (pemilik Snapchat), TikTok, dan YouTube.
Inti tuduhannya adalah bahwa platform-platform tersebut secara sengaja menggunakan algoritma dan fitur yang bersifat adiktif, menyebabkan kerugian psikologis, terutama pada pengguna yang masih anak-anak.
Keputusan TikTok untuk menyelesaikan kasus di luar pengadilan mengikuti langkah serupa yang diambil oleh Snap sekitar sepekan sebelumnya. Dengan demikian, persidangan di Los Angeles diperkirakan akan tetap berlanjut, namun hanya dengan Meta dan YouTube sebagai dua tergugat utama yang tersisa.
Penyelesaian ini tidak berarti TikTok mengakui kesalahan, namun lebih merupakan keputusan strategis untuk menghindari risiko, biaya, dan sorotan negatif dari proses persidangan yang panjang.
Pengacara penggugat, Mark Lanier, menyambut baik kesepakatan ini. Kasus ini hanyalah yang pertama dari gelombang besar gugatan serupa yang dijadwalkan masuk pengadilan tahun ini, dengan Meta dan platform lainnya masih harus menghadapi puluhan tuntutan hukum di berbagai wilayah.
Sidang ini diprediksi akan menjadi sorotan besar, terutama dengan rencana pemanggilan saksi kunci seperti CEO Meta Mark Zuckerberg, yang dapat mengungkap praktik internal perusahaan media sosial.
Penyelesaian gugatan oleh TikTok dan Snap, serta persidangan yang masih dihadapi Meta dan YouTube, menandai titik balik. Platform tidak lagi bisa sepenuhnya bersembunyi di balik klausul “Platform Netral”.
Mereka kini dituntut pertanggungjawaban hukum atas dampak sistemik yang ditimbulkan oleh desain algoritma dan model bisnis mereka dalam hal ini, kecanduan digital dan bahaya bagi kesehatan mental anak. Ini bisa memicu perubahan desain produk yang lebih besar di masa depan.
