Melawan berbagai prediksi dan kekhawatiran pasar, Apple justru mengumumkan pencapaian monumental. Raksasa teknologi asal California itu melaporkan bahwa iPhone telah mencatat rekor pendapatan kuartalan tertinggi sepanjang sejarah perusahaan, menjadi mesin pendorong utama kinerja keuangan kuartal pertama tahun fiskal 2026 mereka.
“Hal itu didorong oleh iPhone, di mana kami mencetak rekor pendapatan tertinggi sepanjang masa,” kata Chief Executive Officer Apple Tim Cook dalam konferensi pendapatan, seperti dikutip TechCrunch, Kamis (29/1).
Pendapatan dari lini iPhone pada kuartal tersebut mencapai $85 miliar (sekitar Rp1.428 triliun), melonjak signifikan dari $69 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Yang lebih mengejutkan, lonjakan ini didorong oleh kinerja luar biasa di Greater China wilayah yang mencakup China Daratan, Hong Kong, Makau, dan Taiwan di mana Apple mengalami tekanan kompetisi ketat dari merek lokal seperti Huawei.
Cook menyebut kuartal ini sebagai kuartal terbaik iPhone sepanjang masa di Greater China, yang didorong oleh permintaan yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap model iPhone 17 yang diluncurkan September 2025.
“Trafik pengunjung di toko-toko Apple di China tumbuh dua digit secara tahunan,” tambah Cook, menepis kekhawatiran tentang daya tarik Apple yang memudar di pasar terbesar kedua di dunia tersebut.
Pasar lain yang bersinar adalah India. Cook menyatakan Apple mencetak pendapatan tertinggi sepanjang masa di India untuk iPhone, Mac, iPad, dan layanannya. Pencapaian ini menegaskan strategi Apple dalam mendiversifikasi rantai produksi dan mengekspansi pasar di negara yang diprediksi akan menjadi pusat pertumbuhan berikutnya.
Kinerja kuat juga terlihat di wilayah Amerika dan Eropa, menunjukkan bahwa daya tarik ekosistem Apple tetap solid secara global. Rekor ini menjadi bukti ketahanan merek Apple di tengah pasar smartphone global yang jenuh dan kompetitif, serta kemampuan perusahaan dalam mempertahankan loyalitas konsumen premium.
