Di tengah banjir band yang menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk membuat musik, sebuah platform mengambil sikap yang jelas dan tegas. Bandcamp, platform distribusi musik independen yang populer, secara resmi melarang musik yang dibuat seluruhnya atau sebagian besar oleh AI untuk diunggah ke dalam ekosistemnya.
Keputusan ini menjadikan Bandcamp sebagai salah satu platform distribusi musik besar pertama yang secara eksplisit memihak kreasi manusia di era generatif AI.
Dalam pernyataannya yang dibagikan di Reddit, Bandcamp menyatakan bahwa mereka ingin melindungi dan mempertahankan identitas inti platform sebagai rumah bagi komunitas dinamis yang terdiri atas orang-orang nyata yang membuat musik luar biasa.
Mereka mengajak pengguna untuk melaporkan konten yang diduga dihasilkan AI, dan berhak menghapusnya. Langkah ini kontras dengan pendekatan platform lain. Misalnya, Deezer melaporkan sekitar 50.000 lagu AI diunggah ke platformnya setiap hari, sementara Spotify memperbolehkan klon suara AI asalkan disetujui artis aslinya.
Keputusan Bandcamp muncul di saat industri sedang kebingungan menghadapi gelombang konten AI. Survei Morgan Stanley pekan lalu menemukan bahwa 60% responden berusia 18-29 tahun mendengarkan musik AI, rata-rata tiga jam per minggu.
Namun, CEO Luminate, Rob Jonas, dalam laporan akhir tahun menyatakan bahwa sebagian besar pendengar masih mencari sentuhan manusia yang tak tergantikan.
Apakah larangan Bandcamp adalah strategi bisnis yang cerdas untuk mempertahankan niche-nya sebagai pasar bagi musik “asli” dan penggemar yang menghargai proses kreatif manusia, atau justru akan mengisolasi mereka dari arus utama yang perlahan menerima AI?
Bagi musisi indie dan penggemar setia Bandcamp, ini adalah kemenangan nilai. Platform ini memposisikan diri sebagai benteng melawan devaluasi seni oleh algoritme.
Akan tetapi, di luar tembok benteng itu, pertempuran budaya yang lebih besar sedang berlangsung: apakah audiens akan memberikan izin budaya yang sama kepada kreasi AI seperti yang mereka berikan kepada kreator manusia?
Dengan melarang AI, Bandcamp tidak hanya membuat kebijakan konten, mereka sedang membuat pernyataan filosofis tentang apa itu seni dan siapa yang berhak menciptakannya sebuah pertarungan yang akan menentukan masa bukan hanya bagi Bandcamp, tetapi bagi seluruh lanskap musik digital.
