Hiruk-pikuk pasar smartphone kelas menengah yang semakin padat dan kompetitif, Samsung tampaknya tak ingin hanya mengandalkan nama besar.
Bocoran terbaru mengenai Galaxy A57, penerus seri A yang populer, mengungkap strategi desain yang jelas: membuatnya lebih tipis dan lebih elegan.
Render dan gambar yang beredar menunjukkan Galaxy A57 akan hadir dengan bodi yang lebih ramping dibandingkan pendahulunya, Galaxy A54. Pengurangan ketebalan ini kemungkinan akan disertai dengan penyempurnaan pada bingkai atau lekukan bodi, memberikan kesan premium dan ergonomis yang lebih baik.
Meski tetap mempertahankan elemen DNA desain Samsung seperti kamera depan punch-hole dan susunan kamera belakang vertual yang sederhana, sentuhan pada proporsi dan detail inilah yang diharapkan dapat memenangkan hati konsumen.
“Lapangan pertempuran smartphone mid-range sekarang ada di ‘rasa’ dan ‘genggaman’,” ungkap tech reviewer, Andi Pratama.
“Spesifikasi raw seperti chipset dan kamera di rentang harga ini sudah sangat padat dan seringkali mirip antara satu merek dengan merek lain. Vivo, Xiaomi, dan Oppo menawarkan desain yang sangat menarik. Dengan merampingkan Galaxy A57, Samsung menjawab tantangan itu langsung menawarkan daya tarik fisik yang langsung terasa saat dipegang.” Lanjutnya.
Bocoran ini menunjukkan bahwa Samsung tidak lagi bisa sekadar mengandalkan warisan brand Galaxy untuk mendominasi segmen menengah. Mereka harus berinovasi, bahkan dalam hal yang tampaknya sederhana seperti ketebalan bodi, untuk tetap relevan. Galaxy A57 yang lebih tipis ini bukan sekadar pembaruan iteratif, melainkan simbol perlawanan Samsung dalam segmen yang menjadi penopang volume penjualan global mereka.
Pertanyaannya, apakah konsumen kelas menengah yang pragmatis akan terpukau oleh pesona desain yang lebih ramping ini, atau mereka masih lebih berfokus pada nilai spesifikasi per rupiah? Jawabannya akan terungkap saat ponsel ini resmi diluncurkan.
