Dominasi OpenAI di dunia kecerdasan buatan (AI) semakin tak terbendung. Perusahaan pengembang teknologi AI itu baru saja mengumumkan pencapaian fenomenal jumlah pengguna aktif mingguan ChatGPT telah menembus angka 900 juta orang.
Tak hanya itu, layanan berbayar mereka juga kini dinikmati oleh 50 juta pelanggan. Dilansir dari Tech Crunch pada Minggu, OpenAI menyatakan bahwa pertumbuhan pelanggan berbayar melonjak sangat signifikan sejak awal tahun.
Bahkan, bulan Januari dan Februari disebut-sebut sebagai periode dengan penambahan pelanggan baru terbesar sepanjang sejarah perusahaan.
“Momentum pertumbuhan pelanggan meningkat signifikan pada awal tahun, dengan Januari dan Februari yang masih berjalan menjadi bulan dengan penambahan pelanggan baru terbesar dalam sejarah kami,” kata OpenAI dalam pernyataan resminya.
Menurut OpenAI, ChatGPT kini digunakan untuk berbagai keperluan, mulai dari belajar, menulis, merencanakan kegiatan, hingga membangun berbagai proyek. Dengan semakin besarnya skala penggunaan, perusahaan juga terus meningkatkan performa, kecepatan respons, keandalan, serta standar keamanan agar lebih konsisten.
Pencapaian 900 juta pengguna aktif mingguan ini menunjukkan pertumbuhan yang luar biasa, mengingat pada laporan Oktober 2025 lalu, angka tersebut baru mencapai 800 juta pengguna. Artinya, dalam waktu sekitar empat bulan, ada tambahan 100 juta pengguna baru yang rutin berinteraksi dengan chatbot AI ini.
Kabar fantastis ini diumumkan beriringan dengan berita bahwa OpenAI berhasil menghimpun pendanaan swasta dalam jumlah yang sulit dibayangkan. Perusahaan mengamankan dana segar sebesar 110 miliar dolar AS, atau setara dengan Rp1.830 triliun (Rp1,83 kuadriliun) . Pendanaan ini disebut sebagai salah satu putaran pendanaan terbesar dalam sejarah perusahaan tertutup.
Rinciannya, pendanaan baru tersebut mencakup investasi sebesar 50 miliar dolar AS (Rp840 triliun) dari raksasa e-commerce dan cloud, Amazon. Selain itu, raksasa chip Nvidia dan konglomerat investasi Jepang SoftBank masing-masing menggelontorkan dana 30 miliar dolar AS (Rp504 triliun) .
Semua investasi ini membuat valuasi pra-pendanaan OpenAI mencapai angka selangit, yaitu 730 miliar dolar AS (sekitar Rp12.270 triliun atau Rp12,27 kuadriliun) . Yang lebih menarik, putaran pendanaan ini masih terbuka dan perusahaan memperkirakan akan semakin banyak investor lain yang ikut bergabung.
Dengan kantong yang semakin tebal dan basis pengguna yang mendekati 1 miliar, masa depan OpenAI dan ChatGPT tampak semakin cerah dan mendominasi.
