Home » ITSEC Asia Perkuat Layanan Keamanan Siber dengan Kecerdasan Buatan
ITSEC

ITSEC Asia Perkuat Layanan Keamanan Siber dengan Kecerdasan Buatan

by admin

Menyikapi kompleksitas dan kecepatan serangan siber yang terus meningkat, ITSEC Asia, salah satu penyedia layanan keamanan siber terkemuka di kawasan, secara resmi mengumumkan ekspansi peran kecerdasan buatan (AI) dalam portfolio layanan keamanan mereka.

Integrasi AI yang lebih dalam ini ditujukan untuk memberikan kemampuan deteksi, analisis, dan respons ancaman yang lebih proaktif, akurat, dan cepat kepada klien korporat dan institusi pemerintah.

Dalam lingkungan digital saat ini, di mana ancaman dapat berkembang dalam hitungan menit, ketergantungan pada analisis manual saja sudah tidak lagi memadai.

Penerapan AI oleh ITSEC Asia mencakup beberapa bidang kritis. Pertama, AI untuk analisis perilaku jaringan dan pengguna (User and Entity Behavior Analytics – UEBA), yang dapat mempelajari pola normal lalu lintas dan aktivitas pengguna, lalu mendeteksi anomali yang mungkin mengindikasikan serangan PhishingRansomware, atau ancam Insider Threat.

Kedua, pembelajaran mesin (Machine Learning) untuk Threat Intelligence, di mana sistem secara otomatis mengumpulkan, mengkorelasikan, dan menganalisis data ancaman dari ribuan sumber global untuk memprediksi vektor serangan baru.

Ketiga, otomatisasi respons insiden dengan AI, memungkinkan sistem untuk secara otomatis mengisolasi perangkat yang terinfeksi, memblokir alamat IP mencurigakan, atau menerapkan patch keamanan secara selektif, jauh sebelum tim manusia dapat bereaksi.

Ekspansi ini menunjukkan pergeseran paradigma dalam industri keamanan siber, dari model reaktif (React-and-Patch) menuju model proaktif dan prediktif berbasis AI. Bagi klien ITSEC Asia, ini berarti perlindungan yang lebih kuat, waktu tanggap (Response Time) yang lebih singkat, dan efisiensi operasional karena tugas-tugas rutin dapat diotomatisasi.

Bagi pasar secara keseluruhan, ini menetapkan standar baru untuk layanan keamanan siber kelas enterprise. Namun, tantangan tetap ada, terutama dalam hal kepercayaan terhadap kotak hitam AI dan kebutuhan akan ahli siber yang juga memahami AI (AI-Security Hybrid Skills).

Dengan langkah ini, ITSEC Asia tidak hanya berinvestasi pada teknologi, tetapi juga pada masa depan keamanan digital di Asia, di mana pertahanan yang cerdas dan adaptif akan menjadi kunci untuk melindungi aset digital yang semakin vital.

You may also like

Leave a Comment