Memasuki momen perayaan Tahun Baru 2026, Kementerian Komunikasi Informatika dan Digital (Kemkomdigi) bersama seluruh operator telekomunikasi nasional telah menyiapkan strategi komprehensif untuk memastikan layanan telekomunikasi tetap stabil dan lancar.
Momen pergantian tahun selalu diwarnai dengan lonjakan penggunaan jaringan yang sangat signifikan, baik untuk berkirim ucapan melalui pesan singkat (SMS) dan aplikasi perpesanan, panggilan telepon, hingga berbagi konten foto dan video di media sosial.
Lonjakan ini berpotensi memberikan tekanan besar pada infrastruktur jaringan jika tidak diantisipasi dengan baik.
Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, operator seperti Telkomsel, Indosat Ooredoo Hutchison, XL Axiata, dan Smartfren telah melakukan penguatan dan optimalisasi kapasitas jaringan di ratusan titik keramaian yang diprediksi menjadi pusat perayaan.
Titik-titik ini meliputi kawasan wisata, pusat perbelanjaan, tempat ibadah, taman kota, dan area konser publik. Langkah teknis yang dilakukan termasuk penambahan kapasitas Backhaul, penyiapan BTS cadangan (mobile BTS/COMBAT), serta peningkatan kemampuan Network Monitoring berbasis AI untuk mendeteksi dan mengatasi gangguan secara proaktif.
Di sisi lain, Kemkominfo berperan sebagai koordinator dan pengawas. Kementerian memastikan bahwa koordinasi antar-operator berjalan dengan baik, terutama dalam hal roaming nasional dan penanganan gangguan lintas jaringan.
Mereka juga aktif mengedukasi publik untuk menggunakan jaringan secara bijak, misalnya dengan mengimbau pengiriman ucapan selamat secara bergantian atau memilih metode komunikasi yang tidak membebani jaringan pada puncak waktu (seperti tepat tengah malam).
Upaya ini penting karena ketersediaan konektivitas yang lancar bukan hanya untuk ucapan selamat, tetapi juga untuk keselamatan publik dan koordinasi darurat jika terjadi sesuatu di tengah keramaian.
Komitmen menjaga konektivitas di momen penting seperti Tahun Baru adalah bukti bahwa jaringan telekomunikasi telah menjadi infrastruktur vital nasional, setara dengan listrik dan air bersih.
Keberhasilan melewati momen Peak Traffic ini tanpa gangguan besar akan menjadi indikator ketangguhan infrastruktur digital Indonesia.
Ini juga menunjukkan sinergi yang solid antara regulator dan pelaku industri dalam memastikan bahwa kemajuan teknologi benar-benar dinikmati masyarakat, bahkan di saat permintaannya memuncak.
