Sebuah terobosan potensial dalam teknologi baterai smartphone sedang diujicoba di laboratorium Samsung. Perusahaan asal Korea Selatan itu dilaporkan sedang mengembangkan dan menguji prototipe baterai dengan kapasitas luar biasa besar, yaitu 20.000 mAh.
Yang lebih menarik, baterai ini dikabarkan menggunakan konfigurasi dual-cell dan material silikon-karbon (Silicon-Carbon) sebagai anode, bukan graphite konvensional. Jika riset ini berhasil dikomersialkan, ia berpotensi merevolusi daya tahan perangkat elektronik portabel.
Kapasitas 20.000 mAh adalah angka yang fantastis, sekitar 4-5 kali lipat dari baterai smartphone mainstream saat ini. Ini bisa berarti ponsel yang mampu bertahan berminggu-minggu dengan sekali pengisian, atau perangkat seperti laptop, tablet, dan power bank dengan daya tahan ekstrem.
Kunci untuk mencapai kapasitas setinggi ini tanpa membuat baterai terlalu besar secara fisik terletak pada material silikon-karbon. Material silikon memiliki kapasitas teoretis untuk menyimpan ion lithium sekitar 10 kali lebih banyak daripada graphite.
Namun, silikon murni mengembang dan menyusut drastis selama pengisian dan pengosongan, yang merusak struktur baterai. Kombinasi dengan karbon (dalam bentuk Graphene atau Nanotube) bertujuan untuk menstabilkan struktur silikon dan meningkatkan konduktivitas, memungkinkan peningkatan kapasitas yang signifikan dengan umur siklus yang tetap baik.
Pengembangan baterai silikon-karbon dual-cell 20.000 mAh oleh Samsung menunjukkan ambisi jangka panjang perusahaan untuk memecahkan salah satu hambatan terbesar teknologi mobile: daya tahan baterai.
Riset semacam ini tidak ditujukan untuk smartphone generasi berikutnya, melainkan untuk teknologi yang mungkin baru hadir 5-10 tahun ke depan. Tantangan yang harus diatasi masih sangat besar, mulai dari biaya produksi material silikon-karbon yang tinggi, optimasi proses manufaktur, hingga keamanan (karena energi yang tersimpan jauh lebih besar).
Tapi, investasi dalam riset fundamental seperti ini sangat krusial. Jika Samsung berhasil memimpin dalam komersialisasi baterai generasi berikutnya, mereka tidak hanya akan memiliki keunggulan kompetitif yang besar di pasar smartphone dan elektronik, tetapi juga dapat menguasai pasar kendaraan listrik, grid storage, dan perangkat IoT.
Inovasi ini adalah pengingat bahwa di balik peningkatan kamera dan chipset yang kita lihat setiap tahun, terdapat pertarungan diam-diam di laboratorium untuk menciptakan komponen fundamental yang akan mendefinisikan batas kemampuan perangkat di masa depan.
