Perkembangan yang menggarisbawahi semakin kompleksnya lanskap regulasi teknologi global, otoritas regulator di China untuk pertama kalinya memberikan komentar resmi mengenai penyelidikan yang sedang berlangsung terhadap rencana akuisisi oleh Meta (perusahaan induk Facebook, Instagram, dan WhatsApp).
Otoritas tersebut menyatakan bahwa mereka sedang mengkaji secara cermat proposal akuisisi Meta atas Manus, sebuah startup teknologi yang diduga kuat bergerak di bidang pengembangan kecerdasan buatan (AI) dan realitas tertambah (AR).
Komentar singkat namun signifikan ini muncul setelah beberapa bulan spekulasi. Meski detail spesifik tentang teknologi Manus masih sedikit, perusahaan tersebut dipercaya memiliki kepakaran dalam bidang pengenalan gambar komputer (Computer Vision) dan pemetaan lingkungan 3D, dua teknologi kunci untuk masa depan AR, metaverse, dan sistem AI yang lebih kontekstual.
Akuisisi ini akan secara strategis memperkuat portofolio teknologi inti Meta di luar wilayah operasi utamanya.
Keterlibatan otoritas China menarik karena beberapa alasan. Pertama, ini menandakan bahwa regulator China semakin aktif dan transparan dalam mengawasi transaksi teknologi besar yang melibatkan perusahaan asing, terutama yang berpotensi menyangkut teknologi sensitif atau data.
Kedua, ini terjadi dalam konteks ketegangan teknologi antara AS dan China yang masih berlangsung, di mana penguasaan teknologi AI dan semikonduktor menjadi persoalan keamanan nasional.
Ketiga, ini bisa menjadi preseden untuk bagaimana China memperlakukan akuisisi oleh raksasa teknologi Barat di masa depan, terutama yang ingin mengakses talenta atau IP startup teknologi China.
Meta sendiri belum memberikan pernyataan publik baru terkait komentar regulator ini. Perusahaan mungkin telah mengantisipasi pemeriksaan ketat, mengingat skala mereka dan sensitivitas global sektor teknologi. Hasil penyelidikan ini akan sangat diperhatikan.
Jika disetujui dengan syarat tertentu, itu bisa menunjukkan pintu yang masih terbuka dengan pengawasan ketat. Jika ditolak atau Meta menarik diri karena tekanan regulasi, itu akan menjadi sinyal kuat tentang semakin tingginya tembok pengawasan bagi big tech asing yang ingin beroperasi atau mengakuisisi aset teknologi di China.
Ini bukan sekadar tentang satu akuisisi; ini tentang peraturan baru dalam perlombaan teknologi global di era AI.
