Home » SPUN Startup Visa Berbasis AI yang Ingin Menstandarisasi Kekacauan Birokrasi di Asia Tenggara
SPUN

SPUN Startup Visa Berbasis AI yang Ingin Menstandarisasi Kekacauan Birokrasi di Asia Tenggara

by admin

Bagi banyak pelancong, terutama dari negara-negara di Asia Tenggara, pengurusan visa seringkali menjadi mimpi buruk birokrasi proses yang rumit, penuh ketidakpastian, dan berbeda di setiap negara.

Startup bernama SPUN melihat ini bukan sebagai masalah layanan manual, melainkan sebagai masalah infrastruktur digital yang dapat diselesaikan dengan kecerdasan buatan (AI). Startup ini baru saja menyelesaikan pendanaan tahap awal (Seed Funding) senilai $1.8 juta (sekitar Rp30,4 miliar) untuk memperluas jaringannya di kawasan Asia Tenggara.

CEO dan Co-Founder SPUN, Christa Sabathaly, menggambarkan visa sebagai sumber kecemasan terbesar dalam perjalanan internasional. Berbeda dari agen visa konvensional, SPUN membangun teknologi AI khusus yang mengotomatisasi dan menstandarisasi proses pengajuan visa, baik untuk individu maupun perusahaan (B2B).

Dalam waktu kurang dari setahun beroperasi, platform mereka telah mendukung lebih dari 300 jenis visa di 90+ negara dan mencatat tingkat persetujuan mencapai 99% untuk ribuan aplikasi yang ditangani.

Strategi SPUN dimulai dari menguasai proses visa masuk (Inbound) dan keluar (Outbound) sebagai fondasi, kemudian dengan mudah memperluas ke negara-negara lain tanpa harus membangun dari nol.

Pendekatan ini telah menarik mitra besar, dengan layanan mereka terintegrasi ke platform perjalanan utama seperti Traveloka, Tiket.com, Klook, dan Nusatrip. General Partner di Genesia Ventures, Takahiro Suzuki, salah satu investor utama, menyebut SPUN membangun sistem dan alur kerja yang menstandarkan proses visa di Asia Tenggara.

Pendanaan ini akan digunakan untuk ekspansi regional dan penguatan sistem otomasi berbasis AI. Langkah SPUN sangat relevan mengingat data Henley Passport Index menunjukkan pemegang paspor Indonesia masih memerlukan visa untuk 106 dari 195 negara, sementara mobilitas perjalanan dan kerja lintas negara terus meningkat.

Dengan menyasar infrastruktur visa yang terdigitalisasi, SPUN berambisi menghilangkan salah satu hambatan terbesar dalam mobilitas global mengubah proses yang penuh kecemasan menjadi alur yang rapi, konsisten, dan dapat diandalkan.

You may also like

Leave a Comment