Bagi banyak pelancong, terutama dari negara-negara di Asia Tenggara, pengurusan visa seringkali menjadi mimpi buruk birokrasi proses yang rumit, penuh ketidakpastian, dan berbeda di setiap negara.
Startup bernama SPUN melihat ini bukan sebagai masalah layanan manual, melainkan sebagai masalah infrastruktur digital yang dapat diselesaikan dengan kecerdasan buatan (AI). Startup ini baru saja menyelesaikan pendanaan tahap awal (Seed Funding) senilai $1.8 juta (sekitar Rp30,4 miliar) untuk memperluas jaringannya di kawasan Asia Tenggara.
