kehadiran fitur AI Overviews dari Google yang menjanjikan ringkasan jawaban instan di atas hasil pencarian seharusnya menjadi solusi. Tapi, investigasi mendalam oleh surat kabar The Guardian justru mengungkap potensi bahaya tersembunyi di balik kemudahan itu.
Kecerdasan Buatan
Senator AS Ancam Apple dan Google Hapus Aplikasi X dan Grok Imbas Konten Porno
Drama seputar penyalahgunaan fitur pembuatan gambar AI pada Grok chatbot milik Elon Musk kini memasuki babak tekanan politik tingkat tinggi.
Tiga senator Amerika Serikat, Ron Wyden, Ben Ray Luján, dan Edward Markey, secara resmi mengirim surat kepada CEO Apple Tim Cook dan CEO Google Sundar Pichai, mendesak kedua raksasa teknologi tersebut untuk menghapus aplikasi X dan Grok dari toko aplikasi mereka (App Store dan Play Store).
Setelah Banjir Gambar Porno, Grok Batasi Pembuatan Gambar AI Hanya untuk Pengguna Berbayar
Dalam langkah reaktif yang menyoroti dilema etika dan regulasi di era AI generatif, Grok perusahaan kecerdasan buatan milik Elon Musk terpaksa membatasi akses ke fitur pembuatan gambarnya.
Mulai kini, hanya pelanggan berbayar di platform X yang dapat membuat dan mengedit gambar menggunakan Grok. Kebijakan ini diambil setelah fitur yang sebelumnya terbuka untuk semua pengguna (dengan batasan harian) memicu skala penyalahgunaan yang masif dan mengerikan.
Perkembangan yang menggarisbawahi semakin kompleksnya lanskap regulasi teknologi global, otoritas regulator di China untuk pertama kalinya memberikan komentar resmi mengenai penyelidikan yang sedang berlangsung terhadap rencana akuisisi oleh Meta (perusahaan induk Facebook, Instagram, dan WhatsApp).
“ChatGPT Health”: Solusi Digital untuk Akses Kesehatan, Atau Hanya Ilusi Kedekatan dalam Dunia Medis yang Rapuh?
Dalam langkah yang menandai ambisinya menembus ranah yang lebih intim dan krusial, OpenAI mengumumkan peluncuran ChatGPT Health, sebuah ruang diskusi khusus di dalam ChatGPT yang didedikasikan untuk topik kesehatan dan kebugaran.
India Desak Platform X Perbaiki AI ‘Grok’ Usai Munculnya Konten Tidak Senonoh
Pemerintah India secara resmi telah meminta platform media sosial X (sebelumnya Twitter) untuk segera mengambil tindakan perbaikan menyeluruh terhadap fitur kecerdasan buatan “Grok” yang diintegrasikan ke dalam platform tersebut.
Permintaan ini disampaikan menyusul munculnya sejumlah laporan dan keluhan dari pengguna terkait konten berbahaya dan tidak senonoh yang dihasilkan atau dipromosikan oleh asisten AI Grok.
