Home » Ini Alasan Google Hentikan Proses Rekrutmen di 2022

Ini Alasan Google Hentikan Proses Rekrutmen di 2022

by anaknongkrong
Google

KONGGRES.COM – Google memang telah mengumumkan bahwa untuk tahun 2022 ini, mereka tidak akan membuka lowongan pekerjaan. CEO dari Google telah memberikan pernyataan atas dukungan yang sama, yang menyatakan bahwa perusahaan untuk sementara tidak akan membuka lowongan, Sabtu (13/08).

Sundar Pichai selaku CEO Google telah memberikan pernyataan bahwa perusahaan untuk sementara tidak akan membuka lowongan apa pun untuk saat ini, setidaknya hingga pada akhir 2022. Pernyataan ini seolah menguatkan pernyataan sebelumnya, di mana Google telah mengumumkan tidak akan membuka lowongan apa pun, namun memiliki kemungkinan besar membuka lowongan pada beberapa bidang tertentu saja.

Hari ini, CEO Google kembali buka suara terkait proses rekrutmen perusahaan yang ditunda untuk sementara waktu. Hingga kini, telah lebih dari dua minggu perusahaan tidak menerima sama sekali karyawan baru. Pichai masih tetap dengan keputusannya untuk meningkatkan karyawan dengan kinerja yang lebih produktif.

Dengan adanya pernyataan ini, rasanya tidak perlu kaget. Pichai sudah lama mengatakan hal serupa, di mana dia menyatakan bahwa akan meningkat kinerja karyawan mereka dengan lebih produktif. Langkah yang diambil dirasa tepat, karena merasa sudah telalu banyak karyawan yang tidak begitu dibutuhkan untuk saat ini.

Menurut CNBC, Pichai ingin meningkatkan fokus dari karyawan untuk dapat bekerja dengan mengembangkan layanan dan produk yang lebih baik.

“Dia bertanya kepada karyawan untuk menciptakan budaya yang memiliki nilai dan fokus ketika bekerja, fokus dengan pengembangan produk, dan fokus untuk menggaet banyak konsumen,” dikutip dari CNBC.

Namun, dalam sebuah memo yang dibuat memberikan kesempatan untuk beberapa posisi yang dibutuhkan oleh Google. Memo tersebut berisikan upaya Google untuk menghentikan sementara lowongan pekerjaan, namun membutuhkan posisi lain seperti teknisi.

Sejalan dengan pendapat Pichai yang mengkhawatirkan jumlah karyawan yang berlebihan, pada kuartal kedua di 2022, perusahaan tercatat telah menerima hingga 10.000 karyawan. Selain Google, perusahaan besar lainnya juga mengambil langkah yang sama seperti Apple, Tesla, Meta, dan Spotify. Baru-baru ini, Snap juga dikabarkan tengah melakukan PHK Massal kepada seluruh karyawan mereka.

You may also like

Leave a Comment