Microsoft tampaknya mulai mendengar keluhan para pengguna Windows. Perusahaan mengumumkan serangkaian perubahan pada Jumat yang berfokus pada peningkatan kualitas sistem operasi Windows 11.
Salah satu langkah paling signifikan adalah mengurangi jumlah pintu masuk (entry points) untuk asisten AI mereka, Copilot.
Langkah ini merupakan respons terhadap kritik bahwa integrasi AI di Windows terasa terlalu berlebihan atau bloat. Pavan Davuluri, EVP of Windows and Devices, menulis dalam blog perusahaan bahwa Microsoft menjadi lebih intensional tentang bagaimana dan di mana Copilot terintegrasi di Windows.
Tujuannya adalah untuk berfokus pada pengalaman AI yang benar-benar berguna . Beberapa aplikasi yang akan dikurangi integrasi Copilot-nya adalah Photos, Widgets, Notepad, dan Snipping Tool.
Ini bukan pertama kalinya Microsoft mengubah pendekatannya terhadap Copilot. Sebelumnya, rencana untuk mengirimkan fitur AI bermerek Copilot di seluruh Windows 11 dikabarkan telah dihentikan secara diam-diam.
Langkah ini mencerminkan adanya penolakan konsumen terhadap “AI bloat”. Sebuah studi Pew Research yang diterbitkan bulan ini mencatat bahwa setengah dari orang dewasa di AS kini lebih khawatir daripada antusias tentang AI, naik dari 37% pada 2021.
Sebelumnya, Microsoft juga sempat menunda peluncuran fitur Windows Recall selama lebih dari setahun karena masalah privasi pengguna.
Selain mengurangi integrasi Copilot, Microsoft juga memperkenalkan sejumlah perubahan lain yang diminta pengguna, seperti kemampuan memindahkan taskbar ke atas atau samping layar, kontrol lebih besar atas pembaruan sistem, dan percepatan File Explorer.
Langkah ini menunjukkan bahwa umpan balik pengguna mulai berpengaruh terhadap arah pengembangan Windows.
