Menjelang Ramadan dan Lebaran 2026, Telkomsel mengeluarkan peringatan dini bersiaplah menghadapi lonjakan luar biasa penggunaan data.
Operator seluler terbesar di tanah air itu memproyeksikan trafik data akan melesat hingga 11,1 persen dibandingkan hari biasa, dengan puncak gila-gilaan mencapai 70,85 petabyte yang diprediksi terjadi pada H+3 Idul Fitri.
“Proyeksi kami, payload tertinggi mencapai 70,85 petabyte di H+3. Ini naik 11 persen dari hari normal dan 5 persen lebih tinggi dibandingkan momen RAFI (Ramadhan dan Idul Fitri) tahun lalu,” ungkap VP Global Network Operation Telkomsel, Juanita Erawati, di Jakarta, Rabu.
Lonjakan ini dipicu oleh aktivitas digital yang semakin mengakar dalam keseharian masyarakat. Mulai dari maraton video streaming, panggilan video dengan sanak saudara, main game online bareng teman, belanja daring kebutuhan lebaran, hingga berselancar di media sosial tanpa henti.
Tak hanya data, layanan panggilan suara juga diprediksi naik 1,4 persen dan SMS melonjak hingga 11,2 persen dibanding hari biasa. Wilayah dengan peningkatan pelanggan tertinggi diprediksi terjadi di Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Barat, dan Jawa Timur.
Berdasarkan pemetaan mobilitas pelanggan, arus mudik tahun ini akan sangat masif. Diprediksi 2,5 juta pelanggan akan keluar dari Jabodetabek menuju Jawa Tengah, disusul 1,4 juta ke Jawa Barat, dan 1,1 juta ke Jawa Timur.
Yang menarik, Telkomsel berhasil memetakan lima kota dengan pertumbuhan trafik data terbesar yang semuanya merupakan tujuan pemudik:
- Magetan: 79,5 persen
- Kebumen: 78,4 persen
- Kuningan: 78,1 persen
- Wonogiri: 68 persen
- Ngawi: 59,9 persen
Untuk mengantisipasi agar jaringan tidak kolaps di titik-titik kritis, Telkomsel telah menyiapkan langkah jitu. Mereka mengoptimalkan jaringan di 494 titik prioritas (Points of Interest/POI) yang meliputi area keramaian, transportasi umum, rute mudik, pemukiman padat, dan tempat ibadah.
Uniknya, penetapan titik-titik ini dilakukan menggunakan analisis pembelajaran mesin (machine learning) dengan tingkat akurasi mencengangkan, yakni 99 persen.
“Artinya, POI yang kami desain berdasarkan machine learning itu 99 persen sesuai dengan prediksi kami,” jelas Juanita.
Tak hanya itu, Telkomsel juga mengerahkan teknologi canggih Autonomous Network berbasis AI untuk pemantauan 24/7, mampu mendeteksi dini, mendiagnosis, bahkan memperbaiki masalah secara otomatis.
Sebanyak 15 Posko Siaga Network disiapkan, plus 45 unit COMBAT (Compact Mobile BTS) yang akan diterjunkan di lokasi-lokasi superpadat. Sebagai langkah final, mereka melakukan drive test sepanjang 18.406 km, termasuk 4.167 km jalan tol, untuk memastikan kualitas suara dan data tetap prima.
