Platform media sosial milik Meta, Threads, meluncurkan fitur inovatif berbasis kecerdasan buatan yang dijuluki “Dear Algo” pada Rabu 11/02/2026.
Fitur ini memungkinkan pengguna untuk secara personal mempengaruhi konten yang muncul di umpan mereka hanya dengan membuat postingan publik.
Cara kerjanya unik dan berbeda dari platform lain. Pengguna cukup mengetikkan kalimat “Dear Algo” diikuti dengan permintaan spesifik di postingan publik. Misalnya, “Dear Algo, tunjukkan lebih banyak konten tentang podcast populer.”
Algoritma kemudian akan menyesuaikan umpan pengguna selama tiga hari ke depan sesuai dengan permintaan tersebut.
Salah satu aspek paling kontroversial dari fitur ini adalah sifatnya yang publik. Karena bekerja melalui postingan yang dapat dilihat semua orang, permintaan personalisasi pengguna terekspos secara terbuka, dan pengguna lain bahkan dapat membagikan ulang (repost) permintaan tersebut untuk menerapkannya ke umpan mereka sendiri.
Bagi sebagian pengguna, ini mungkin terasa mengganggu privasi. Namun, Meta melihatnya sebagai fitur komunitas.
“Threads adalah tempat Anda pergi untuk mengikuti apa yang terjadi saat ini. Terkadang, apa yang penting bagi Anda berubah dalam sekejap, dan Anda ingin umpan Threads Anda mencerminkan hal itu.” Tulis perusahaan dalam blognya
Meta meyakini pendekatan ini dapat mengubah personalisasi menjadi pengalaman komunal di mana pengguna menemukan percakapan dan topik baru dari satu sama lain.
Dengan Dear Algo, Threads mendapatkan keunggulan kompetitif yang tidak dimiliki rival seperti X atau Bluesky. Kedua platform pesaing memang sudah memiliki tombol “Tidak Tertarik” untuk menyembunyikan konten, tetapi tidak ada yang menawarkan cara proaktif dan temporal untuk meminta konten tertentu. Peluncuran ini juga terjadi di saat momentum Threads sedang positif.
Laporan Similarweb awal Februari menunjukkan Threads kini melampaui X dalam jumlah pengguna aktif harian di perangkat mobile, dengan 141,5 juta pengguna dibandingkan 125 juta pengguna X per 7 Januari 2026.
Fitur Dear Algo saat ini tersedia di AS, Selandia Baru, Australia, dan Inggris, dengan rencana perluasan ke lebih banyak negara di masa mendatang.
