Rumor yang beredar luas di media sosial mengenai rencana penutupan platform e-commerce Tokopedia dan penggantiannya dengan TikTok Shop resmi dibantah oleh TikTok.
Dalam pernyataan tertulis yang diterima ANTARA pada Jumat (6/2), juru bicara TikTok menegaskan bahwa rumor tersebut tidak benar.
“Kami mendengar rumor mengenai masa depan Tokopedia. Rumor tersebut tidak benar. Kami terus berinvestasi di Tokopedia dan Indonesia,” tegas juru bicara tersebut. TikTok menegaskan bahwa Tokopedia akan tetap beroperasi penuh dengan fokus pada peningkatan pengalaman pengguna.
Rumor ini berawal dari unggahan di platform X (sebelumnya Twitter) oleh akun @ecommurz pada akhir Januari, yang mengklaim mendapat informasi internal tentang rencana “menutup aplikasi Tokopedia” dan membuat aplikasi TikTok Shop yang terpisah.
Merespons kabar yang beredar, Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) menyatakan akan memantau perkembangan kasus ini. Ketua BPKN Mufti Mubarok menegaskan komitmen lembaganya untuk memastikan hak-hak konsumen digital tetap terlindungi dalam setiap transformasi platform perdagangan.
“Konsumen tidak boleh diam. Negara hadir melalui BPKN untuk memastikan hak-hak konsumen digital tetap terlindungi,” kata Mubarok.
Pernyataan TikTok ini diharapkan dapat menenangkan pasar dan memberikan kepastian bagi para pelaku usaha serta konsumen di ekosistem digital Indonesia.
